Sabtu, 14 Oktober 2017

Cerita Dewasa Ngentot Dengan Dokter Super Seksi Asal Klaten


Cerita Dewasa - Ngentot Dengan Dokter Super Seksi Asal Klaten - Jessy adalah seorang dokter muda, dia baru saja menyelesaikan pendidikannya di universitas. Mukanya mirip sekali dengan model, selain itu ia meraih gelar dokter dengan singkat dan mudah, bahkan dia menjadi gambaran profil untuk generasi muda masa kini.

Di samping sebagai dokter yang cantik manis, Jessy masih berumur 24 tahun dan dikenal oleh rekannya sebagai gadis yg cinta lingkungan dan masalah sosial budaya. Dia sangat senang dengan petualangan alam.

Disamping itu dia juga mengikuti kegiatan arung jeram dengan menelusuri sungai-sungai ganas. Sebagaimana dokter ia harus menjalani masa bakti di sebuah desa yang lumayan jauh dari tempat tinggalnya. mendengar bahwa dia harus bertugas di desat terpencil itu, membuat ibunya Jessy menjadi keberatan.

Bayangkan, untuk mencapai daerah terpencil itu orang harus naik bus kota berjam-jam. Di desa itu jarang ada listrik, Tidak ada TV dan belum ada sambungan telpon.

Untuk lebih menghayati cerita selanjutnya, biarlah Jessy sendiri yg menceritakan kisah yg dialaminya sebagaimana yang akan di lanjutkan di bawah ini.
Perjalanan menuju desa terpencil itu hampir memakan waktu 2 jam dari kota. Sesampai di depan pintu desa kelihatan warga setempat yang menjemputku. aku melihat seorang wanita yang mengigil karena demam yang tinggi. Sesudah aku periksa dia kuberikan obat-obatan yang di butuhkan. Aku sarankan dia banyak makan sayur dan buah-buahan yang banyak di dapatkan di desa ini.

Ada warga setempat yang lumayan ganteng bernama Bobby, terkadang Mas Bobby ikut melengkapi pekerjaanku. Dari sekian kali dia mengantar aku, akhirnya dia juga bisa menguasai beberapa ilmu ke dokteran yang aku pelajari. Saat kami pulang, Hujan deras datang tiba-tiba serta iringi suara guntur, saat itu jam 9 malam. “Ah, hujan derah nih ! ucapku, dan mas Bobby mencoba melaju cepat kendaraannya.

di perjalanan aku lebih memilih mempererat peganganku pada pinggang mas Bobby untuk mencari kehangatan. tak lama kemudian kami berteduh di gubuk pinggir jalan malam itu.

“Ibu kedinginan”? sahutnya sambil merangkulkan tangannya ke pundakku
“Iyalah, Mas..” aku balik merangkul pinggangnya dengan rasa akrab. Cerita Sex

Untuk beberapa saat kami terdiam mendengarkan derasnya hujan yg mengguyur. Beberapa kali aku menekan pelukanku ke tubuh Mas bobby untuk mendapatkan kehangatan yang lebih serta kepala dan wajahku semakin rebah menempel ke dadanya dan aku merasakan betapa damai pada saat ini ada mas Bobby.

Aku juga ingin membuat dia merasa senang di sampingku, Tiba-tiba ia menggerakkan bibirnya mengecup leherku. Aku hanya bertindak diam, karena aku sendiri sudah sangat lelah, ini menjadi jam-jam melelahkan kondisi rasio dan emosiku cenderung malas. Jadi aku membiarkan apa maunya.

Aku nggak perlu mengkhawatirkan ulah mas Bobby yg udah demikian banyak berkorban untukku. Hingga kemudian aku juga tetap membiarkan ketika kurasakan kecupan bibirnya menyedot leherku. aku bertindak sedikit menghindar.

“Aiiihhhh…. rengekku untuk menghindar” hingga dia berkata
“Buk dokterrr… bisiknya kepadaku
dan aku hanya menjawab “Hmmm…”

Aku ngak tau mesti berbuat apa, karena aku sangat menghormatinya telah berkorban banyak untukku. Hingga waktu yang bersamaan tangannya mas Bobby meraba dengan lembut kedua tanganku. aku hanya diam saja, tanpa ada merontak sedikitpun. Lalu dia meraba lebih dalam lagi ke dalam bajuku, hingga dia meremas-remas kedua buah dadaku.

aliran darahku terasa melonjak, ketika menggelitik bagian puting susuku. Aku tak menduga apa yang di lakukan Mas Bobby ini karena aku merasakan semacam nikmat. dengan sedikit ku melihat wajahnya, langsung saja wajahnya menghampiri bibirku yang tipis.

Apa yang telah terjadi !!! Apa yang melandaku dalam gemerlap malam ini !!! Apa yang membuatku bergairah !!!

Baca Juga : Cerita Sex Bercinta Dengan Mahasiswi Cantik Satu Kampus Denganku

Aku justru kehausan dan ingin lebih menikmati larut malam ini dengan indah, aku ingin dia benar-benar mengecup bibirku dengan habis-habisan.

Ku Kuraih kepala mas Bobby hingga ku menghisap balik bibirnya, saat itu kami saling ciuman atau cipokan. Tubuhku terasa mengeluarkan keringat, mungkin bajuku mengering karena hawa panas tubuhku kini yang merasakan nikmat bercinta.

Hhhmmm….. Desahku

Aku tak tahu lagi apa yang berikutnya terjadi, karena ku merasakan tubuhku di baringkan ke gubuk bambu tersebut sambil terus menjilati bibirku. Hasrat menggelora menggelitiki saraf libidoku. Kenapa gairah ini mengobarkan syahwatku, aku menjadi haus sex dan leherku terasa geli ketika mas Bobby mengecupnya. Kecupan demi kecupan di terima oleh tubuhku dan aku tak mampu lagi menahan gejolak nafsuku.

Aku menggelinjang kuat, aku meronta ingin sekali celana dalamku di robek-robek oleh penisnya, Aku ingin dia cepat menyambut nafsu birahiku.

Aku merasakan seseorang yang jantan sedang berusaha merampas keperempuananku. Dan aku harus secepatnya menyerah pada kejantanannya itu. Dan kini bibir mas Bobby jauh ke dalam bagian intimku, kepalanya kini berada di sela-sela selangkanganku. Aku merasakan cairan birahiku meleleh keluar dari lubang vaginaku.

Kudengar.. Srrruupppp… Sllrruuppp… saat menyedoti cairan itu.

“Bu Dokter, masih perawan? bisiknya kepadaku
Ya benar, aku memang masih perawan ! tapi aku merasa rela apa yang telah mas bobby lakukan kepadaku.

Malam itu aku merasakan nikmat yang luar biasa, Mas bobby menindihkan tubuhnya di atas tubuhku, dia menuntun batang penisnya masuk ke dalam lubang vaginaku. Betapa sensasi syahwat yang langsung menyergapku.

Ayo mas, cepetan masukin.. aku udah ngak kuat nih”.. pintaku memelas.

Sleeppp… Sleppp… Sleep… terdengar suara becek di vaginaku.

Benar-benar nikmat, sambil terus ia bergerak maju mundur menikmati lubang vaginaku yang masih perawan, memang kami tidak terlalu lama melakukan hubungan intim ini karena aku sering merasakan kesakitan. mungkin ini tandanya wanita perawan, jadi belum bisa di ajak kompromi kalau cowok ingin bersetubuh.

Sampai kira-kira sekitar 10 menit aku mendengar desahan dari mas Bobby yang keluar air mani duluan.

Croott… Crooot… Crooot… air mani keluar di bagian perutku. Akhirnya jebol juga pertahanan mas Bobby

Tak lama kemudian kami memakai memakasi celana masing-masing. saat itu kami tidak tergesa-gesa pulang, kami ngobrol untuk mengisi waktu sambil menunggu hujan reda.

Di saat kami pulang, aku terus memeluk erat tubuh mas Bobby dari belakang. sambil nyetir di malam hari, meremas-remas kemaluannya adalah pilihanku agar dia mendapatkan gairah seks yang nikmat dari belakang. Tetapi aku titip pesan kepada mas bobby agar dia tidak menceritakan hal ini kepada rekan-rekannya di sekitar kampung….